Rabu, 13 Februari 2013

Tugas Mulia Inaq Khairiah Seorang Dukun Beranak


Aktifitas yang satu ini tidak semua orang bisa  melakukannya karena butuh pengalaman, kesabaran dan  mental yang kuat untuk melakukannya. Adalah Inaq Khairiah, 55 tahun warga dusun Banjar Timur Desa Labuan Lombok kesehariannya melakukan aktifitas yang tidak biasa dilakoni oleh sebagian warga. Aktifitas yang saat ini dilakoni adalah sebagai seorang dukun beranak.

Dijaman yang serba canggih seperti sekarang ini peran dari seorang dukun beranak sudah mulai tergusur dengan banyaknya para bidan membuka tempat bersalin guna melangsungkan proses kelahiran ibu-ibu hamil. Yang berdampak pada berkurangnya jumlah dukun-dukun beranak yang ada didesa-desa.


Hal tersebut tidak berlaku bagi Inaq Khairiah karena hampir tiap hari selalu disibukkan dengan aktifitas membantu proses melahirkan, Kebanjiran order ini disebabkan para ibu yang hendak melahirkan dibidan desa atau klinik bersalin harus didampingi oleh seorang dukun beranak guna membantu bidan dalam proses bersalin.

Setiap ibu hamil yang akan melahirkan selalu meminta jasa Inaq Khairiah guna menemani dan membantu selama proses bersalin. Seperti pantauan kami saat melihat aktifitas Inaq Khairiah menangani seorang ibu muda yang akan melahirkan anak pertamanya. Aktifitas yang membutuhkan kesabaran dan tenaga yang prima karena Inaq Khairiah ikut begadang menunggu proses lahiran.

Disela-sela aktifitasnya Inaq Khairiah menceritakan bahwa setiap ibu hamil didesa Labuan lombok yang akan melahirkan selalu memanggilnya untuk mendampingi saat proses melahirkan. Bahkan tidak jarang Bidan yang membuka praktik dirumah juga selalu memanggil beliau guna membantu proses melahirkan.

Jamilah, 45 tahun yang berprofesi sebagai seorang bidan menunturkan keawak media, keberadaan dukun beranak seperti Inaq Khairiah ini sangat membantu kami guna proses bersalinnya ibu-ibu hamil.
Pekerjaan ini saya jalani hampir puluhan tahun secara turun temurun imbuhnya, karena kerjaan ini sifatnya kemanusiaan Inaq Khairiah tidak memator upah kepada pasiennya, pasien memberikan seihlasnya sebagai ucapan terima kasih.

Yanti, 20 tahun merasa nyaman dan terbantu dengan keberadaan dukun beranak selama proses melahirkan anak pertamanya. Tugas Dukun Beranak tidak sampai proses persalinan saja, selama seminggu paska melahirkan Inaq khairiah setiap pagi mengunjungi ibu melahirkan tersebut guna membantu memandikan bayi dan mengobati tali pusar.

Bukan saja bayi yang ditangani, ibunya juga dirawat guna membantu memasang sabuk serta melakukan pemijitan guna memperlancar keluarnya ASI.  Sungguh merupakan pekerjaan yang mulia dengan segelumit resiko yang dihadapi guna membantu proses kelahiran anak-anak bangsa. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar