Senin, 24 Juni 2013

Asal Mula Desa Kubur Belo


Dahulu kala pada zaman Kerajaan Selaparang Lombok Timur berjaya, tersebutlah seorang Patih yang tangguh dan sangat disegani oleh Kerajaan manapun di Gumi Gora. Secara fisik dia tidak sebanding dengan kesaktiannya yang melangit, dia berbadan agak kerdil rambutnya keriting seperti akar pohon bambu, dan dia adalah Patih Akar, sesosok pemberani yang membentengi kerajaan Selaparang.

Dikisahkan pada suatu ketika kesaktiannya sampai tercium ke negeri seberang, yakni sampai ke Kerajaan Sumbawa. Karena penasaran dengan kesaktian “Patih Akar” tersebut, Patih Sumbawa itupun merasa geram,
hingga pada akhirnya Patih Sumbawa tersebut mengirimkan surat tantangan untuk bertarung dengan jaminan jika salah satu diantara mereka kalah, akan menyerahkan sebagian rakyat dari masing-masing Kerajaan tersebut, dan akhirnya tantangan dari Patih Sumbawa tersebut disanggupi beserta taruhannya. Singkat cerita, pertarungan ini di sepakati di halaman istana kerajaan Selaparang. Pertarungan ini merupakan petarungan kehormatan antara kerajaan masing-masing, sehingga raja Sumbawapun ikut bertandang menyaksikannya, dengan membawa sebagian dari rakyat Sumbawa sebagai bakal jaminannya.

Pertarungan tersebut memang terkesan tidak adil, kerena dari segi fisik, Patih Sumbawa dengan Patih Akar sangat jauh berbeda, Patih Sumbawa memiliki badan yang kekar dan tinggi kurang lebih 2 meter, sedangkan Patih Akar sesosok manusia yang terlihat kerdil karena badannya yang pendek. pertarunganpun dimulai. ”Silahkan, Tuan saya berikan kehormatan untuk menyerang hamba terlebih dahulu”Seru Patih Akar kepada Patih Sumbawa. “Sungguh luar biasa kemuliaan hati Tuan untuk memberikan kehoramtan bagi hamba untuk menyerang tuan terlebih dahulu, akan tetapi hamba tidaklah pantas untuk menerima kehormatan itu, karena hamba disini adalah tamu, dan sebagai sesosok tamu, hamba tidak pantas mendahului rumah orang yang menjamu hamba” jawab Patih Sumbawa tersebut dengan penuh keramahan. Dan tanpa basa-basi Patih Akarpun mebuka kerisnya dan berkata sambil terbang ke atas kepalanya Patih Sumbawa tersebut “permisi hamba minta maaf tuan” dan dengan skejap mata keris Patih Akar tertancap di kepalanya Patih Sumbawa, dan langsung tewas seketika.

Setelah melihat pertarungan yang begitu singkat, raja Sumbawapun terkagum-kagum mengakui kehebatan dari Patih Akar, sehingga sesuai dengan perjanjian dia harus merelakan sebagian dari rakyatnya menjadi bagian dari rakyat Selaparang. Diceritakan sebagian dari rakyat Kerajaan Sumbawa tersebut langsung menetap di daerah kekuasaan kerajaan Selaparang, dan membentuk sebuah kadipaten yang diberi nama kadipaten “Rempung” artinya “Serumpun” dalam bahasa sasak. Karena masyarakat tersebut sudah menjadi bagian dari masyarakat Selaparang. Namun meskipun demikian, adat dan kebudayaan dari masyarakat Rempung tersebut masih mempertahankan Kebudayaan Sumbawa termasuk bahasa masyarakatnya masih menggunakan bahasa Sumbawa sampai sekarang.

Dikabarkan jenazah Patih Sumbawa itu dibawa pulang oleh raja Sumbawa beserta rombongan istananya, namun ditengah perjalanan pulang menuju perahu yang akan mereka tumpangi, sang raja Sumbawa dengan bijak memerintahkan prajuritnya untuk memakamkan Patih tersebut di tanah tempat nyawanya dijemput, dengan pertimbangan supaya mereka tidak membawa jenazah busuk di tengah laut menuju kerajaannya. Akhirnya Patih tersebut dimakamkan di daerah kekuasaan Selaparang, yang sekarang daerah itu terletak di dekat Labuan Hajji.

Setelah beberapa tahun kemudian, makam dari Patih Sumbawa ditemukan oleh sekelompok masyarakat ditengah hutan, dan lama kelamaan masyarakat itu bermukim disekitar makam tersebut, dan kampung tersebut diberi nama dengan “Kubur Belo” yang artinya “Kuburan Panjang”. karena telah menemukan kuburan panjang yang ukurannya sekitar 2 meter, dan sampai sekarang desa tersbut dinamakan dengan desa “Kubur Belo”. Yang berada di Kelurahan Kelayu Jorong, perbatasan antara kecamatan Labuan Hajji dengan Selong...dekat aik ampat, bersebelahan dengan desa Peneda kecamatan Labuan Haji, (Fajril Hasany)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar