Minggu, 23 Juni 2013

Mendidik Siswa Berhemat dengan Cara Menabung


Membiasakan budaya hemat dan menabung sejak usia dini merupakan pendidikan dan pembelajaran yang paling berharga guna melatih anak-anak bangsa dalam memanagemen keuangan. Tidak terkecuali siswa siswi dari tingkat kanak-kanak sampai sekolah menengah, sekolah memfasilitasi para siswa-siswi untuk menabung yang disetorkan ke wali kelas maupun bendahara yang ditunjuk oleh pihak sekolah.

Salah satu sekolah yaitu SD Negeri 2 Labuan Lombok,
sudah belasan tahun menerima tabungan untuk siswa-siswi SD Negeri 2 Labuan Lombok, mulai dari kelas 1 sampai kelas 6, para siswa menyetor tabunagannya secara harian dari sisa uang jajan harian. Uang yang ditabung para siswa jumlahnya beragam tergantung besarnya uang jajan yang diberikan, serta tingkat perekonomian orang tua siswa.

Rata-rata siswa dalam seharinya menabung Rp. 1.000,- hingga Rp. 5.000,-, sisa dari uang jajan yang sengaja disisihkan untuk ditabung. Tidak jarang pula para orang tua menitipkan uang dari keuntungan usaha mereka untuk ditabung yang dititip melalui putra-putri mereka yang akan disetor ke wali kelas maupun bendahara yang ditunjuk oleh pihak sekolah.

Pihak sekolah mulai membuka tabungan kepada para siswa sejak awal tahun pelajaran baru dan tabungan tersebut dapat diambil pada akhir tahun pelajaran menjelang libur kenaikan kelas, Rata-rata dalam setahunnya jumlah tabungan siswa mencapai ratusan ribu hingga jutaan per anak, sehingga pihak sekolah melakukan kerja sama dengan salah satu bank yaitu BPR NTB, guna mengamankan tabungan para siswa-siswi SD Negeri 2 Labuan Lombok.

Rian Rijaldi, siswa kelas V jumlah tabungannya sebesar Rp. 500.000,- yang akan dipergunakan untuk membeli kebutuhan sekolah guna menghadapi tahun pelajaran baru. Lain lagi dengan Ulul Amri, siswa kelas V, menjelaskan bahwa jumlah tabungannya sebesar Rp. 1.400.000,-, uang tabungan tersebut akan digunakan menambah kekurangan untuk membeli Laptop, siswa yang berperawakan tambun itu pula menambahkan bahwa Laptop yang nantinya akan dibeli dari hasil tabungannya diberikan untuk kakak saya yang sedang kuliah.

Bapak Sidikurrahman, salah satu guru yang mengajar di SD Negeri 2 Labuan Lombok menjelaskan bahwa program menabung untuk para siswa ini sudah berjalan hampir belasan tahun, dalam satu tahunnya jumlah tabungan siswa mencapai ratusan juta rupiah, sehingga pihak sekolah melakukan kerjasama dengan Bank Perkreditan Rakyat (BPR NTB), sehingga tabungan para siswa aman.

Pak Sidik, juga menambahkan program menabung ini merupakan salah satu cara untuk melatih dan mendidik siswa untuk senantiasa berhemat, serta membantu orang tua siswa saat menjelang tahun pelajaran baru guna membeli keperluan sekolah putra-putri mereka, imbuhnya. Fais-KM.GPK


3 komentar:

  1. Tidak sdikit tbungn siswa bermaslh mlai dr TK sampe SD..sprti yg di almi anak saya dan tmen2nya di TK PKK desa Pringgbya sampai saat ini blm ada kpastian kpn pembagian tabungn...org tua dri siswa tersbt byk yng kcewa terhdp jawabn dri pihak sekolah

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus