Rabu, 19 September 2012

HAJI ABROR PETANI YANG SUKSES


Siapa sangka bahwa tanah yang dulunya dipenuhi dengan rerumputan, tumbuhan semak serta ilalang, kini sudah disulap menjadi lahan pertanian  yang produktif. Lahan tersebut berada disekitar jalan jurusan Pringgabaya Labuan Lombok tepatnya disekitar markas kompi bantuan yang ada di sedesa Pringgabaya Utara kecamatan Pringgabaya kabupaten Lombok Timur.

Adalah H. Abror, 65 tahun asal dusun Bagek Longgek desa Mamben Daya kecamatan Wanasaba, yang telah menyulap tanah tandus tersebut menjadi tanah produktif, lahan tersebut disewa dari seorang warga untuk diolah menjadi lahan pertanian, H. Abror menyewa lahan tersebut selama setahun dengan sewa sebesar satu juta rupiah.  Pak haji ini bercerita, lahan ini dulunya kebun yang hanya menghasilkan buah kelapa. Tapi sekarang lahan tersut sudah berubah menjadi jauh lebih produktif setelah lahan tersebut digarap dengan proses pembajakan menggunakan mesin bajak guna menggemburkan tanah. Proses selanjutnya tanah tersebut dibuat dalam bentuk pematang yang dilakukan oleh para buruh tani yang dibayar secara harian dengan upah Rp. 15.000,-. Biaya yang dikeluarkan untuk mencetak lahan tersebut dari awal sekitar 2 juta rupiah sehingga total pengeluaran yang harus disiapkan oleh H.Abror 3 juta rupiah.
Sambil menyiapkan alat semprotnya H. Abror menceritakan, dari awal beliau sangat berminat untuk mengolah lahan tersebut untuk digunakan menanam Bawang Merah karena lokasi yang dioleh tersebut humusnya masih bagus. Hal tersebut terbukti dengan perkembangan bawang yang sudah memasuki hari ke 25 pertumbuhannya semakin baik sehingga kami tertarik untuk mewawancarai beliau.
Luas lahan yang digunakan untuk memanan Bawah merah tersebut 60 Are dengan bibit yang disediakan sebanyak 600 kg. Untuk satu periode penanaman bawang merah dibutuhkan selama 60 hari, sehingga dalam setahun H. Abror bisa menanam bawang merah 5-6 kali selama setahun. Pak Haji ini sering melakukan penyewaan lahan-lahan pertanian untuk digunakan sebagai lahan untuk menanam bawang merah sehingga sudah cukup banyak pengalaman yang diperoleh. Untuk luas lahan yang digarap tersebut mampu menghasilkan Bawang merah sebanyak 10 ton dengan harga perkwintalnya 300 ribu rupiah, sehingga jika ditotal hasil yang diperoleh saat panen nantinya sekitar 30 juta rupiah, dipotong biaya yang dikeluarkan selama penanaman dan perawatan sekitar lebih kurang 10 juta rupiah. Jadi hasil bersih yang diperoleh persatu periode penanaman adalah 20 juta rupiah.  Dapat dibayangkan untuk satu tahunnya sudah bisa menghasilkan puluhan juta rupiah, bertani memang sungguh menjanjikan.
Diakhir ceritanya H. Abror yang setiap harinya harus bolak-balik dari Mamben yang menempuh jarak hampir 20 KM, hanya orang yang tekunlah yang sukses dalam bertanam bawang merah ini karena dibutuh penanganan khusus, mulai dari menyiapkan lahan, memilih bibit, penanaman, penyiraman, pemupukan serta pengompresan. Untuk penyiramannya H.Abror mengandalkan air bor yang ada disekitar lahan tersebut. Untuk lahan tersebut dibutuhkan selama 1 jam untuk proses penyiraman dengan membayar jasa 50 ribu rupiah ke operator sumur bos untuk mengganti biaya bahan bakar.
Semoga pengalaman yang ditularkan oleh H.Abror bisa kita jadikan referensi sehingga menjadi aspirasi untuk kita, lebih-lebih pemerintah yang memiliki andil yang besar untuk melakukan hal tersebut melalui dinas yang terkait, sehingga daerah kita bisa mencetak lahan-lahan baru guna menjaga ketahanan pangan serta membuka lahan pekerjaan untuk rakyat kita.

2 komentar:

  1. Assalamualaikum, Jazakallahukhaer pak guru atas informasinya dan mohon sering disharing profil sukses pengusaha-pengusaha lokal kita dan akan kami udarakan via Radio SQFM 100 Mhz setiap hari Ahad dalam acara Kiat Sukses Pengsaha Muslim. Semoga bisa memberikan Motivasi bagi warga Lombok Khususnya. Wassalamualaikum

    BalasHapus
  2. Assalamualaikum...maaf sebelumnya...saya minta tolong kepada bapak/saudara kalau sekiranya masih menyimpan photo photo beliau(hj abror) mohon dikirim ke alamat email ini.. ronieabror1@gmail.com...karena beliau(hj.abror) sudah meninggal dunia dan saya (anak beliau) tidak memiliki photo tentang beliau...mohon dengan sangat untuk membagi photo photo beliau yang mungkin masih trsimpan....terima kasih banyak...assalamualaikum...

    BalasHapus