Senin, 05 November 2012

Hikmah Dibalik Isu Penculikan Anak


Ada pemandangan yang tidak biasa terlihat saat pagi dan siang menjelang memulainya dan berakhirnya kegiatan proses belajar mengajar hampir disemua sekolah tingkat dasar.  Biasanya para siswa-siswi Sekolah Dasar pergi ke sekolah sendiri, namun sekarang anak-anak tersebut diantar oleh orang tua masing-masing.
Pemandanga ini setiap pagi dan siang selalu terlihat, para orang tua selalu menyempatkan diri untuk mengantar buah hati mereka untuk kesekolah pada pagi hari dan kembali menjemputnya pada saing hari menjelang berakhirnya kegiatan belajar-mengajar.
Aktifitas para orang tua untuk mengantar dan menjemput putra-putri mereka yang bersekolah dilakukan semenjak adanya isu penculikan anak untuk diambil organnya. Isu inilah yang membuat para orang tua merasa khawatir anak-anak  mereka akan diculik sehingga para orang tua serta kerabat siswa-siswi rela untuk mengantar dan menjemput anak-anak mereka sampai didepan gerbang sekolah.
Salah Sekolah yang kami pantau adalah SDN 02 Labuan Lombok, saat kegiatan sekolah baru mulai dipagi hari banyak orang tua yang mengantarkan anaknya untuk bersekolah, Inaq Dae, 68 Tahun menuturkan kegaiatan tersebut dilakukan karena khawatir cucunya diculik oleh orang sehingga wanita paruh baya ini rela untuk mengantar cucunya ke sekolah.
Lain lagi dengan ibu yang satu ini, Marni, 32 tahun. Saya mengantar anak saya bukan karena adanya isu penculik, tapi takut tertabrak kendaraan saat menyeberang jalan.  Mengenai isu penculikan anak yang sempat meresahkan para orang tua Marni tidak perduli dengan isu tersebut karena tidak ada bukti dan laporan yang masuk ke kepolisian mengenai adanya penculikan anak. Aktifitas ini murni saya lakukan semata-mata karena rasa perhatian dan kasih sayang saya ke anak-anak saya tambah Marni.
Menurut Amirudin, 55 tahun salah seorang guru SDN 02 Labuan Lombok,  Kami pihak sekolah sempat merasa khawatir dengan ada isu penculikan anak  tersebut sehingga dari pihak sekolah ini selaku melakukan pengawasan saat para siswa tiba dan mau meninggalkan sekolah, dengan cara mengaktifkan guru piket yang selalu standby digerbang sekolah.
Amirudin menambahkan pula, Semenjak adanya isu tersebut  para guru dan orang tua siswa bisa berinteraksi saat mengantar dan menjemput anak-anak mereka. Sehingga akan terjalin silaturrahmi para orang tua dan pihak sekolah yang berdampak positif pada perkembangan dari anak-anak mereka yang selalu bisa dipantau melalui informasi yang disampaikan langsung oleh para guru saat para orang tua mengantar dan menjemput anak-anak mereka.
Dengan adanya isu penculikan anak tersebut memberikan pembelajaran kepada para orang tua perihal rasa perhatian dan kasih sayang kepada buah hati mereka dengan selalu mengantar dan menjemput mereka kesekolah. Karena adanya rasa perhatian tersebut, hubungan kedekatan anak dengan orang tua akan semakin harmonis serta perkembangannya selalu dipantau, sehingga kecil kemungkinan anak-anak tersebut melakukan tindakan-tindakan penyimpangan yang bisa merusak mental mereka.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar