Kamis, 30 Agustus 2012

PENGERAJIN TEMBAKAU MANFAATKAN SINAR MATAHARI


Pemandangan seperti inilah yang selalu terlihat jika kita melewati jalan Jurusan Mataram pelabuhan Kayangan. Tepatnya disekitar POM bensin yang ada di Labuan Lombok, salah tempat yang digunakan oleh para warga untuk melakukan penjemuran tembakau, tempat tersebut dipilih karena tempatnya yang agak lapang, sepanjang hari selalu diterpa oleh sinar mata hari karena  jarang ada pepohona yang ada disekitar area tersebut.
Penjemuran tembakau yang dilakukan diareal tersebut dilakukan hampir tiap datangnya musim tembakau, hal tersebut dilakukan untuk agar tembakau lebih cepat kering dan menghasilkan cita rasa yang khas. Para pengerajin tembakau memilih cara tersebut untuk mengurangi biaya produksi pada saat pengopenan yang membutuhkan bahan bakar berupa minyak tanah maupun kayu bakar. Seperti sekarang ini harga  minyak tanah dan kayu bakar sangatlah mahal yang secara otomatis para pengerajin tembakau tidak mau mengambil resiko disaat harga tembakau yang lagi merosot harganya dipasaran.
Tembakau yang dijemur diterik matahari ini sebelumnya melalui beberapa proses yang lumayan panjang diawali dengan melakukan pemilihan daun-daun tembakau yang memiliki kualitas yang bagus, selanjutnya tembakau tersebut diiris kecil-kecil dengan menggunakan alat pemotong berupa pisau yang sangat tajam. Setelah dilakukan pemotongan dan pengirisan daun tembakau,  potongan daun tembakau tersebut di susun sedemikian rupa ditempat penjemuran yang dibuat dari bambu yang dianyam, Setelah proses penyusunan daun tembakau yang sudah diiris baru dilakukan penjemuran.
Mulai dari proses pemilihan daun, pemotongan serta pemempatan potongan daun tembakau pada anyaman bambu dilakukan tempat yang sudah disiapkan oleh pemilik usaha pengerajin tembakau. Kegiatan tersebut membutuhkan tenaga pekerja yang lumayan banyak, Untuk satu pengerajin tembakau dibutuhkan 10-15 orang pekerja yang tidak membutuhkan keahlian khusus, sehingga pekerjanya dari berbagai usia dan status yang penting bisa melakukan kegiatan tersebut. Para pekerja tersebut dibayar harian dengan upah rata-rata 25 ribu perhari. Zaenep, 35 Th menuturkan pekerjaan ini dilakukan  tiap musim tembakau untuk mengisi waktu yang luang serta membantu pemenuhan  kebutuhan keluarga. Lain lagi dengan Taan, 55 Th Warga Pohgading, kegiatan ini dilakukan untuk mengisi waktu luang yang sebelumnya merupakan buruh tani karena saat ini musim kemarau sehingga Taan tidak memiliki pekerjaan sehingga beralih ke pengerajin tembakau.
Setelah tembakau terebut ditempatkan pada media penjemuran, proses selanjutnya dilakukan penjemuran dengan memanfaatkan tanah lapang yang ada disekitar POM Bensin Labuan Lombok, Untuk satu orang pengusaha, tembakau yang dijemur mencapai 10-15 kwintal yang diangkut dengan truk ketempat penjemuran selama kurang lebih satu minggu. Pada proses penjemuran ini dibutuhkan tenaga pekerja untuk menaikkan, menurunkan serta membalik daun tembakau yang dijemur. Pada proses ini butuh tenaga pekerja yang lumayan banyak dengan upah rata-rata 20 ribu perhari.
Tembakau sudah kering  tersebut selanjutnya dilipat dengan ukuran yang sama yang sebut dengan Tumpi, setelah dilipat dalam bentuk tumpi baru diisi ke plastik, dimana setiap satu kantong plastik berisi 5-10 tumpi. Proses tersebut merupakan proses akhir sebelum dilakukan pemasaran. Pengusaha tembakau memilih proses ini dikarena tembakau tersebut dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama dan dapat dipasarkan kapan saja sehingga kerugian dapat ditekan seminim mungkin hal tersebut yang disampaikan oleh salah satu pengusaha tembakau yang ditidak mau disebutkan namanya yang berasal dari Kampung Senang yang terkenal dengan tembakau senang yang memiliki cita rasa khas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar